TAWURAN ANTAR PELAJAR
Saat
ini marak sekali tawran antar pelajar bahkan anak-anak SD mulai mengikuti tawuran.
Mereka tidak tahu bahwa tawuran itu tidak ada gunanya bahkan sangat merugikan untuk
dirinya. Ini menjadi tanggung jawab dari guru dan terutama orang tua yang
mendampingi dan membimbing kepribadian para pelajar.
Menurut
bapak Madi selaku guru dari SMP GALATIA“Penyebab maraknya tawuran di kalangan
pelajar disebabkan lemahnya ilmu pengetahuan tentang agama, sehingga norma dan
tindakan yang dilakukan tidak pernah dipikirkan lebih dahulu. Mereka yang ikut
tawuran sebenarnya anak-anak baik, tapi karena terbawa pergaulan dari
kakak-kakak seniornya sehingga mereka terpaksa mengikutinya, dikarenakan takut
melawan dan takut diancam, tapi ada juga yang cuma iseng-iseng dan akhirnya
terbiasa.”
Tawuran
memang sangat meresahkan di kalangan masyarakat, menurut bu endang orang tua yang anaknya sering ikut
tawuran“kurangnya perhatian dari orang tua, sehingga anak tersebut merasa tidak
diperhatikan dan akhirnya anak tersebut melakukan tindakan kriminal”. Kurangnya
pengawasan orang membuat tingkat kejahatan termasuk tawuran di kalangan pelajar
menjadi semakin marak dan sulit di kendalikan.
_______________________________________________
STOP KEKERASAN PADA ANAK
Banyaknya
kasus tentang kekerasan pada anak yang di lakukan orang-orang terdekat di
lingkungannya, hal ini yang membuat para orang tua khawatir terhadap keselamat
anaknya. Di karenakan mereka tidak selalu mendampingi anak-anaknya beraktifitas
di luar rumah seperti sekolah dan aktifitaslainnya.
Tetapi
ada juga orang tua yang melakukan kekerasan kepada anaknya sendiri, sehingga
keselamatan anak-anak Indonesia terancam akibat dari perbuatan orang tua maupun
orang-orang yang ada disekitarnya. Menurut penuturan orang tua yang memiliki
anak “kekerasan terhadap anak juga dilatar belakangi oleh faktor kemiskinan,
dan tekanan ekonomi, yang akhirnya menjadikan anak sebagai pelampiasan emosi”.
Anak-anak
yang menjadi korban kekerasan menjadikan psikologi dan mental anak menjadi
tertekan dan merasa trauma terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak semua
orang tua melakukan kekerasan terhadap
anaknya sendiri, banyak orang tua yang memarahi anaknya dengan tujuan baik.
Menurut pendapat Intan anak yang tidak mendapat kekerasan dari orang tua “orang
tua saya tidak pernah melakukan kekerasan terhadap saya, orang tua saya hanya
memarahi dengan maksud baik ”
_______________________________________________
HATI-HATI PENCOPET DI
DALAM ANGKUTAN UMUM
Terjadinya
pencopetan didalam angkutan umum bukan hal baru yang sering kita ketahui baik
di stasiun tv maupun dimedia cetak. Dan di angkutan umum arah cengkareng tegal
alur katanya sering kehilangan ponsel penumpang secara tiba-tiba. para korban
tidak pernah merasa bahwa ponsel mereka jadi target pencopet. Menurut penuturan
salah satu sopir yang bernama haris “didalam angkutan yang setiap hari dia
gunakan, penumpang tidak pernah merasa kehilangan barang bawaannya”
Dan
menurut salah satu penumpang ina ratnasari “ memang ada pencopet yang
berpakaian rapi dan selalu menunggu angkot di pom bensin pintu air, sebenarnya kita bisa mencegah tindakan
kriminal berupa pencopetan atau sejenisnya di dalam angkutan umum, dengan
memperhatikan barang bawaan kita, sehingga
apabila pencopet melakukan aksi kejahatan dapat kita cegah, bahkan
mungkin kita bisa menangkap pelaku.”



0 komentar:
Posting Komentar