POLITIK

Kamis, 18 Juni 2015



Front Pembela Islam ingikan AHOK lengser sekarang juga.

JAKARTA

Rombongan Front Pembela Islam ( FPI) yang diketuai oleh Habib Rizieq Senin 1 Juni 2015 mendatangi gedung DPRD DKI untuk melakukan delegasi kepada anggota DPRD, dan maksud kedatangan Habib Rizieq ke gedung DPRD DKI adalah meminta DPRD DKI untuk “secepatnya melengserkan Ahok” (Habib Rizieq) sebagai Gubernur DKI dan dalam orasinya itu beliau pun meminta DPRD Segera menggelar sidang paripurna untuk Hak Menyampaikan Pendapat atau Hak MP dan ia meminta sidang Hak MP tersebut harus di laksanakan foting secara tertutup agar setiap anggota dewan bebas menentukan sikap dan tidak di tekan oleh pinpinan partainya sebab menurutnya apabila sidang pariprna Hak MP di lakukan secara terbuka “anggota dewan tidak berani untuk melengserkan ahok” (Habib Rizieq)
Namun setelah Habib Rizieq keluar dari gedung DRPD DKI Habib Rizieq juga berkata dalam orasinya tersebut dan menyatakan bahwa para pimpinan DPRD DKI “melarikan diri dan tidak berani menerima delegasi” mereka, ujarnya (Habib Rizieq) yang sekaligus pinpinan Dari Front Pembela Islam itu dia pun menambahkanbahwa sebelumnya beliau telah memberitahukan kepada ketua DPRD DKI mengenai kedatangannya tersebut, akan tetapi pada saat di temui oleh Ustasz Habib Rizieq dan beberapa perwakilan dari FPI para anggota DPRD DKI tidak ada di tempat.
Menurut keterangan salah satu warga yang berjalan kaki di depan gedung itu ia mengatakan bahwasanya tindakan yang di lakukan oleh rombongan Fornt Pembela Islam ( FPI) adalah merupakan salah satu “ungkapan kekecewan mereka terhadap kepemimpinan Ahok” (Faisal) selama menjabat menjadi Gubernu DKI Jakarta .





____________________________________________________




Rapinas ke-VIII PARTAI GOLKAR

Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VIII yang di adakan di Sangri-La Hotel Jakarta, 13 Juni 2015. Dalam rapat tersebut di hadiri oleh Akbar Tanjung selaku Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar ( DPP Partai Golongan Karya),Aburizal Bakrie selaku ketua Partai Golkar Munas Pekan Baru atau Munas Riau dan di hadiri pula oleh para puluhan anggota praksi Partai Golkar Munas Riau dari berbagai daerah.

Dalam Rapimnas tersebut Akbar Tanjung berpendapat bahwa Fraksi Golkar dari kubu Aburizal Bakrie (Munas Riau) harus mewaspadai Fraksi Golkar dari kubu Agung Lakson (Munas Aancol). “kita harus betul betul mencermati perkembangan politik dan juga perhatikan kelompok Aagung Laksono,perhatikan gelagatnya kemudian langkah langkah yang mereka lakukan di MENKUM HAM sendiri.” Ujarnya dalam Rapimnas tersebut (Akbar Tanjung).

Sebab apabila Fraksi Golkar dari kubu Aburizal Bakrie tidak segera mempersiapkan dan memikirkan langkah langkah serta eksis strategi yang bersikap strategi guna menghadapi situasi yang ada sekarang ini, cepat atau lambat MENKUM HAM akan memutuskan apa yang selama ini di katakakan oleh MENKUM HAM kepada publik bahwa kubu dari Agung Laksono lah yang SAH unutuk maju ke pemilu.“apalagi yang dapat kita perbuat ?” (Akbar Tanjung)

Idrus Marham selaku Sekertaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar Munas Riau yang juga hadir dalam Rapimnas itu mengatakan, bahwa kepengurusan DPP Partai Golkar hasil Munas Riau ini adalah “merupakan langkah dalam rangka untuk mengisi kekosongan kepemimpinan Partai Golkar” ujarnya (Idrus Mahram), karna menurut keterangannya bahwa Munas ke sembilan Bali dan Ancol sedang bersengketa di pengadilan oleh karna itu sebab adanya kekosongan kepemimpinan Partai Golkar.
Idrus Marham juga perpandangan bahwa “masalah repitalisasi mahkamah partai tidak begitu penting dan tidak begitu mendesak” (Idrus) untuk di lakukan karna ini hanya sekedar mengisi kekosongan kepemimpinan partai Golkar sampai adanya kepemimpinan yang di pinitip sesuai dengan hasil keputusan pengadilan terkaid dengan perkara di jakarta utara.

Dalam Rapimnas tersebut di tutup oleh Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Golkar dari Munas Riau mengucapkan syukurnya dalam Rapimnas tersebut bahwa “setelah melewati berdebatan perdebatan yang mendalam” maka pada malam rapat paripurna ini telah berhasil mengesahkan satu keputusan yitu “keputusan Komisi menjadi keputusan Rapinas” Ujuarnya malam itu (Aburizal Bakrie), yang mana salah satu keputusan Rapimnas itu adalah agar Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang beradi Jl. Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, harus segera di ambil aih dari kubu Munas Ancol yang di ketuai oleh Aagung Laksono.





_____________________________________________________





PEMILIHAN KETUA SENAT MAHASISWA BSI CENGKARENG PERIODE 2015/2016

Senin 8 Juni 2015 diadakanya pemilihan Ketua SENAT Mahasiswa BSI Cengkareng dan dalam rangka pemilihan ketua SENAT Mahasiswa ini di laksanakan dilingkungan kampus BSI Cengkareng dan di lakukan sistem pemilihan langsung yaitu dengan sistem coblos karna menutut keterangan salah satu panitia bahwa di adakannya sisitem pemilihan langsung dengan sistem coblos ini “telah di lakukan sejak tahun tahun sebelumnya karna memakai sistem seperti pemilu pemerintahan agar mahasiswa dapat memilih secara langsung siapa yang layang untuk di pilih sebagasi pemimpin Mahasiswa” ujarnya (Lisda Yuliana), ia pun menambahkan bahwa dalam rangka pemilihan ketua Senat ini pun cukup sulit karna sebelum di lakukan Pemilihan umum itu dilakukan terlebih dahulu sebuah penyeleksian “untuk mendapatkan calon pemimpin yang berkualitas” (Lisda Yuliana) , dan setelah para calon ketua SENAT melewati berbagai penyeleksian dari ke Delapan calon ketua SENAT yang mendaftar telah terpilihlah Tiga calon Ketua SENAT Mahasiswa BSI yang kebetulan adalah anggota SENAT MAHASWA itu sendiri karna salah satu persyaratan yang dapat mencalonkan diri menjadi ketua SENAT MAHASIWA itu sudah harus mendapatkan trening leadir shif dari SENAT MAHASIWA BSI CENGKARENG. Dan mengenai fisi dan misi masing masing calon ketua SENAT suadah cukup baik karna telah di adakan debat terbuka dan pemilihan umum ini hanya bisa di lakukan oleh mahasiswa BSI Cengkareng saja.

Di adakannya pemilihan langsung ini guna menarik minat para Mahasiwa BSI Cengkareng untuk turut seta memilih langsung ketua senat di kampus mereka, Namun menurut keterangan salah satu mahasiswa BSI Cengkareng bahwa ia tidak mengenal para calon Ketua SENAT MAHASIWA BSI Cengkareng tersebut, ia berujar bahwa “ saya tidak mengenal salah satu calon ketua SENAT itu”(Alfina) menurutnya dengan di atakannya pemilihan Ketua SENAT ini sudah cukup bagus namun “kurang sosialisasi” (Alfina) dan kegiatan pemilihan umum tersebut kurang menarik karna banyak mahasiswa yang masih belum mengetahui siapa dan apa saja tujuan dari pemilihan ini,dan ia berharap untuk pemilihan kedepan agar dapat lebih baik lagi dan lebih maju dari yang sebelumnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Jendela Berita BSI © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum