KURANGNYA KESADARAN MASYARAKAT
UNTUK KERJA BAKTI
Salah satu menjaga kebersihan lingkungan
adalah dengan kerja bakti. Kerja bakti sangat penting dalam sebuah wilayah,
karena kerja bakti dapat mencegah dari kebanjiran yang diakibatkan oleh sampah yang menumpuk. Namun di daerah pesing
Rt 001 Rw 001 kurang menyadari betapa pentingnya kerja bakti.
“Disini kerja bakti jika ada surat perintah
dari kelurahan, jika tidak maka tidak ada kerja bakti “ menurut bapak Hanafi
sebagai ketua Rt 001. “Jika tidak ada surat perintah warga disini tidak mau,
tidak ada jadwal rutin untuk kerja bakti, lanjutnya kemudian”. Masyarakat disini
bersifat individualisme kurang perduli terhadap lingkungan sekitar, ujar Efrida
salah satu warga Rt 001.
Tidak heran memang wilayah Rt 001 sering
mengalami kebanjiran jika masyarakat disekitar kurang menyadari pentingnya kerja
bakti dan kurang peduli dilingkungan sekitar. “semoga lingkungan saya bisa
lebih banyak kerja bakti agar tidak mengalami kebanjiran lagi dan kepada ketua
Rt untuk bisa membimbing warganya dengan baik,” harapan Efrida warga Rt 001.
Kerja bakti
merupakan kegiatan yang sangat penting untuk menjaga kebersihan
lingkungan. Kerja bakti juga bisa menghindari dari kebanjiran , karena salah
satu penyebab kebanjiran adalah kurangnya kerja bakti dan kepedulian terhadap
lingkungan.
__________________________________________________________
Penerus Bangsa Yang Terlupakan
Kepeduliannya dan kecintaanya terhadap
anak-anak membuat Bunda Any tergerak hatinya untuk membentuk yayasan Tri Kusuma
Bangsa, yayasan ini menjadi sebuah wadah yang menampung anak-anak jalanan untuk
bermain sambil belajar. “saya salut sama mereka semua dengan usia yang masih
dibawah umur sudah bekerja untuk kebutuhan keluarganya,” kata Bunda Any.
“Disini kami fleksibel aja mengikuti
anak-anak, tidak ingin memaksakan anak untuk belajar karena akan membuat
semakin tertekan, karena saya ingin anak-anak ini senang ketika berada di dekat
saya bukannya takut”, lanjut Bu Any. “Aku senang disini enak bisa
belajar,bermain sama teman baru dan di kasih buku,”sahut salah satu anak asuh
Bunda Any yang bernama Mawar.
Mengajarkan anak jalanan sangat
menyenangkan, selama mengajar anak asuhnya Bunda Any tidak ada kesulitan.
“Anak-anak biasalah nakalnya, sejauh ini tidak ada kesulitan yang berarti buat
saya. Saya ingin terkesan di mata mereka, saya tidak memaksa mereka untuk
datang kesini, jadi mereka kesini itu ya karena senang dan ingin bertemu lagi
bersama saya. Tujuannya membentuk wadah ini untuk menghibur mereka,” sahut
Bunda Any.
Sebenarnya yayasan ini hanya sebagai wadah
teman-teman untuk berkegiatan sosial. Masa muda itu bukan hanya melulu untuk
kesenangan tetapi ada juga harus pelajaran pelajaran untuk bersyukur.
“khususnya pada anak-anak kaum marjinal yang terkadang dilupakan, kita harus
menyadari kalau mereka adalah bagian dari generasi penerus bangsa jadi mereka
harus diberikan pendidikan”, harapan Bunda Any kepada generasi muda.
__________________________________________________________
Tragedi Angeline Dimata Masyarakat
Jakarta,
13 Juni 2015
Seperti yang diberitakan media cetak dan
elektronik bahwa anak yang dibawah umur yaitu bernama Angeline diduga telah
dibunuh oleh mantan pegawai ibu angkatnya. Tragedi yang dialami Angeline
membuat masyarakat menjadi geram. “perbuatan yang sangat keji dan tidak
mempunyai perasaan,” komentar salah satu remaja putri yang bernama Shinta.
“Saya sebagai orang tua merasa sedih atas
kejadian yang dialami oleh Angeline
ini.” Ujar bapak Wawan sebagai
Orangtua. Sebaiknya jika anak-anak membuat kenakalan jangan memarahi ataupun
memukulnya, berikan nasihat karena anak-anak itu masih perlu di bimbing. Orangtua harus mengerti sifat-sifat anaknya,
jadi kalau ada yang aneh pada anaknya harus ditanyakan.
Tragedi Angeline banyak menimbulkan pro
dan kontra, seperti Bapak David sebagai dosen di Universitas BSI yang mengatakan bahwa “buat saya pribadi
berita itu, berita yang biasa ya artinya kejadian itu sudah banyak di negeri ini”. Bapak david
juga menambahkan sepertinya ada pengalihan isu atas tragedinya angeline.


0 komentar:
Posting Komentar