Isu peredaran beras pelastik meresahkan para pedangan beras
yang mengaku mozetr penjualan mereka menurun dengan adanya isu ini. Tanggapan
seorang penjual eceran “ pas ada berita tenang beras pelastik penjualan
menurun, dan pembeli agak rewel. Harapan saya si pemerintah harus cepat
bergerak untuk memastikan ada atau tidaknya beras pelastik itu agar penjualan
normal kembali” ujar usep penjual beras eceran. Dan di tempat agen pun sama
penjualan omzet menurun” saya si menjual beras yang merek nya selalu itu-itu
aja, ga nerima produk lain, jadi saya tidak terlalu khawatr. Dan adanya isu ini
omzet menurun”. Salah satu seseorang yang ada ditempat untuk membli beras membr
peranyataannya tentang isu beras pelastik ini, “ jujur, saya ngerasa waswas
dengan adanya beras pelastik,secara beras itu bahan pokok makanan untuk
manusia, saya harap pemerintah segera bertindak dengan isu ini” ujar ibu
atin. Rabu, 27 mei 2015, pasar rawa
lele.
Saat beras pelastik marak di bicarakan masyarakat, muncul
lagi isu tentang susu dengan campuran
dettergen di teemukan di India. Yang paling jadi perhatian adalah susu
bercampur detergn banyak ditemukan pada susu bayi. Kandungan berbahayan ini
dikhawatrikan akan mengganggu peretumbuhan bayi,bahkan bisa membuat bayi jadi
sakit sehingga meninggal dunia. Beberapa pendapat dari seorang ibu yang
menggunakan susu formula. Kekhawatiran seorang ibu,
“yang saya
khawaritkan adalah, ketika saya membeli susu
itu untuk anak saya, saya tidaka
tahu bahwa susu itu tercampur dengan bahan kimia, saya hanya takuti adalah efek
untuk anak saya kedepannya ,itu sangat – sangat berbahaya”.
Maraknya berita ini di Indonesia membuat orang tua yang
mempunyai bayi merasa takut. Menurut ibu kenapa orng itu tega melakukan atau
sampai meracik susu formula yang di campur bahan kimia itu?“mungkin mereka
ingin merauh ke untungan sebesar-besarnya , karena mungkin untuk mengolah susu
formula yang higenis dan bagus itu memerlukan alat/cara yg sangat mahal dan
sangat susah, mereka melakukan jalan pintas dgn mencampurkannya dengan bahan
kimia,dan merauh untung sebesar – besarnya, tapi tidak sangat berkepri
manusiaan.”bagaimana pendapat ibu tehadap cucu formula yang di beri campuran
bahan kimia?“kalo munurut saya pemerinta harus memperketat pengawasan terhadap
susu bayi karena itu menyangkut
kesehatan bayi - bayi Indonesia
kalo mrek trsbut terbukti tercampur bahan kimia jangan di masukin lagi ke
Indonesia di inpor lagi ke indonesi, kalau penjahatnya tertangkap harus di
hokum mati?” ujar ibu santy.
Karna berita susu formula yang di campurkan dengan detergen
beberapa kios susu mendapat kan penurunan pendapatan dari biasanya, pendapat
dari penjaga kios megenai susu detergen, “ pendapatan menurun gara-gara berita
susu detergen itu dan juga pembeli lebih jeli memilih susu untuk anaknya” ujar
reni penjaga kios susu fomula.
Karena maraknya isu susu formula kami menanyakan juga
kepada ibu yang tidak memakai susu formula untuk anak banyinya, apa ke takutan
mereka memakai susu formula?, “ saya
tidak percaya susu formula, saya lebihpercaya susu asi, makanya saya tidak
memakai susu formula pada anak saya,” ujar ibu agis yang tidak memakai susu
formula. Kamis 20 mei 2015 puku 15.40 cimone, tangrang kota.
_________________________________________________________
Sejak april pemerintah menyatakan untuk menaikan harga bbm
pertamax,alasannya untuk membantu Indonesia memperbaikin ke uangan dunia.
Awalnya masyarakat tidak setuju,tetapi mau tidak mau mereka harus menerima
pernyataan itu. Apakah pertamax akan di kurangi atau premium yang akan di
kuraing. Salah satu pegawai SPBU menyatakan, “belum ada kabar lagi sampai saat
ini bahwa pertamax akan di kurangi,malah pertamax yang akan di tambah, dan
antean pertamax stabil” ujan asep pegawai SPBU. Dan salah satu pemakai pertamax
mengemukakan pendapatnya tentang kenaikan pertamax,” menurut saya tidak terlalu
masalah,selama ini kenikan pertamax masih batas wajar. Selama maih batas ajar
untuk kenaikannya karna juga pertamax lebih enak buat kendaraan saya” ujar
suryadi pemakai pertamax. Jumat 29 mei 2015. Poris Jakarta barat.
Salah sau penjual pertamax mini di pinggiran jalan
megatakan “saya harup punya izi buat beli pertamax dan jumlahnya sedikit di
kurangi, pas udah naik pertamax sebenernya agak susah dari SPBUnya” ujar bu
Ati. Minggu 24 mei 2015, Rangkasbitung, Banten.





